Jalan Kaki di Kota Pontianak

Kota Pontianak atau biasa dikenal dengan julukan Kota Khatulistiwa merupakan Ibukota Provinsi Kalimantan Barat. Kota ini memiliki sejarah dan kearifan lokal yang sangat menarik. Selain itu, penduduk Kota Pontianak yang didominasi oleh Etnis Dayak, Melayu dan Tionghoa, serta beberapa etnis lain yang datang dan menetap di Kota Pontianak. Hal tersebut membuat tingkat toleransi semakin nampak di kota ini. 

Berbicara tentang Kota Pontianak, kota ini juga memiliki tempat-tempat wisata yang menarik. Namun masih banyak wisatawan yang mengatakan bahwa berwisata ke Pontianak hanya sebatas itu-itu saja. Padahal jika kita telusuri, di setiap sudut kota terdapat tempat yang menarik untuk di-explore dan menjadi spot foto yang cantik. 

Menikmati Pemandangan Kota Pontianak dengan Berjalan Kaki
Minggu (27/01/2019) kemarin, Bappeda Kota Pontianak bersama Komunitas Blogger Pontianak dan Penulis Rois mencoba menikmati keindahan Kota Pontianak dengan berjalan kaki. Kali ini rute yang diambil mulai dari menyusuri Bantaran Sungai Kapuas (Waterfront City), mengunjungi Vihara tertua di Kota Pontianak dan berakhir menyambangi Pasar Rakyat Tengah. Ini pertama kalinya saya menyusuri Kota Pontianak dengan berjalan kaki, padahal saya tinggal di kota ini sudah sekitar 4 tahunan, hehe.

Waterfront City Pontianak
Waterfront City Pontianak dibangun di sepanjang Sungai Kapuas mulai dari Taman Alun-Alun Kapuas hingga tepi Jembatan Tol 1 Sungai Kapuas. Selain itu, terdapat Pelabuhan Penyeberangan Kapal Feri yang berada tepat di sebelah Alun-alun Kapuas ini. Kapal ini beroperasi tepat di tengah perkotaan sebagai salah satu alternatif masyarakat jika ingin ke daerah seberang selain melewati jembatan, sehingga menjadi salah satu pemandangan yang bisa dinikmati saat jalan-jalan di Waterfront City Pontianak. Oh ya, buat kamu yang suka olahraga, area Waterfront City ini sangat cocok untuk olahraga ringan seperti jogging.

Waterfront City Pontianak

Pembangunan JPO Waterfront City Pontianak
Untuk memudahkan pengunjung berwisata, pemerintah membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang  sekarang masih dalam proses penyelesaian pembangunan. Corak insang dipilih sebagai hiasan pada JPO, sehingga menambah pemandangan cantik di area waterfront city. JPO ini menghubungkan langsung antara Taman Alun-alun Kapuas dan Waterfront City Pontianak.

Depan Vihara Bodhisatva Karaniya Metta
Saat kita berjalan di daerah waterfront city, kita akan disuguhkan pemandangan salah satu tempat ibadah Etnis Tionghoa yaitu Vihara Bodhisatva Karaniya Metta. Vihara ini adalah vihara tertua di Kota Pontianak dan merupakan penggabungan dari 3 Kelenteng atau Vihara yang dibangun pada tahun 1645-1772 M. Penggabungan tersebut membuat vihara terlihat semakin megah, apalagi sekarang sudah mendekati perayaan imlek sehingga semakin dipercantik. Tidak heran jika vihara ini menjadi salah satu tujuan wisata religi, pengunjungnya pun tidak hanya berasal dari wisatawan lokal, namun berasal dari wisatawan nasional dan internasional seperti Negara Malaysia. Vihara ini berada di Komplek Pasar Kapuas Indah, Jalan Sultan Muhammad, sekitar 10 menit perjalanan dengan berjalan kaki dari Waterfront City.

Pasar Rakyat Tengah Kota Pontianak
Setelah menikmati keindahan vihara, perjalanan dilanjutkan menuju Pasar Rakyat Tengah. Waktu yang diperlukan sekitar 15-30 menit jika berjalan kaki dari vihara ataupun waterfront city. Pasar Rakyat Tengah ini merupakan salah satu pasar tradisional yang ada di Kota Pontianak. Pasar ini buka mulai pukul 07.00 hingga pukul 17.00 WIB. Pasar ini berada di Jalan Kapten Marsan, Darat Sekip, Pontianak Kota. Namun juga bisa diakses melewati Jalan Barito dan Jalan Tanjungpura karena berada diantara  kedua jalan tersebut. Pasar Rakyat Tengah juga memiliki Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Tanjungpura, sehingga membantu masyarakat menyeberang jalan lebih aman.

Semenjak diresmikannya Pasar Rakyat Tengah oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo pada akhir tahun 2017, pasar ini terlihat lebih tertata rapi, aman dari becek dan hujan, sehingga membuat masyarakat bertransaksi lebih aman dan nyaman. Di area Pasar Rakyat Tengah ini juga terdapat beberapa warung kopi dan tempat makan, sehingga kamu tidak perlu khawatir untuk mencari tempat istirahat yang jauh, harga makanan dan minumannya juga standar.



Bagi teman-teman yang ingin berwisata dengan berjalan kaki, berikut beberapa tips dari saya saat melakukan wisata dengan berjalan kaki di Kota Pontianak :
1. Berpakaian yang nyaman. Teman-teman sebaiknya memilih pakaian yang menyerap keringat karena cuaca di Kota Pontianak lumayan panas, mengingat kota ini berada di garis equator.
2. Memakai alas kaki yang nyaman. Selain baju, teman-teman juga harus memilih alas kaki yang nyaman dan tidak membuat kaki cepat lelah. Saya lebih menyarankan menggunakan Flat sandals atau sepatu untuk teman-teman.
3. Amankan barang bawaan. Nah ini yang paling penting buat teman-teman. Bawa barang seperlunya aja dan pastikan harus aman ya, mungkin bisa dimasukkan ke dalam tas biar lebih aman.



Kesan saya kali ini, ternyata menikmati keindahan kota itu lebih seru dengan berjalan kaki karena bisa menemukan tempat-tempat yang tak terduga, selain itu bisa membakar kalori dalam tubuh, dan saya ketagihan untuk jalan kaki lagi haha. Yuk dicoba teman-teman.

Share:

3 komentar