Lebih Dekat dengan ODHA - Mengenal HIV/AIDS




Hingga kini masih banyak orang yang merasa takut ketika mendengar kata ODHA, HIV dan AIDS. Hal tersebut terjadi karena sebagian orang juga tidak mengetahui apa arti dari kata-kata tersebut. Ini baru mendengar kata-kata saja, belum bertemu mereka. Hal tersebut dapat terjadi karena masih kurang mendapatkan informasi terkait. Padahal jika kita mengenal lebih dekat apa itu ODHA, HIV/AIDS, diharapkan kita tidak mengeluarkan perspektif negatif seperti itu. Nah mari simak penjelasan berikut seputar HIV/AIDS.


Pengertian HIV/AIDS 

Apa itu ODHA ? ODHA adalah singkatan dari Orang Dengan HIV/AIDS. Ya, mereka adalah orang-orang yang terdiagnosis positif penyakit HIV. 
Apa itu HIV? HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sel darah putih yang menyebabkan terjadinya penurunan sistem kekebalan tubuh manusia atau biasa kita sebut sistem imunitas tubuh. 
Apa itu AIDS? AIDS (Aquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan kondisi dimana tubuh mengalami sekumpulan gejala penyakit yang timbul akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. 


Penyebab 

Penyebab AIDS adalah HIV itu sendiri. Faktor resiko juga mempengaruhi terinfeksi HIV yang menjadi tempat penularan virus seperti gaya hidup homoseksual, kontak langsung dengan darah terinfeksi HIV, penggunaan obat IV menggunakan jarum suntik bersama, memiliki riwayat penyakit menular seksual, penularan lewat plasenta pada ibu hamil ke janin, dan bersenggama tidak menggunakan pelindung. 


Tanda dan Gejala 

Tanda gejala HIV/AIDS terdiri dari gejala mayor dan gejala minor.


Gejala Mayor meliputi : 
- Berat badan menurun drastis >10% dalam 1 bulan, 
- Demam berkepanjangan > 1 bulan, 
- Diare kronik berlangsung > 1 bulan, 
- Penurunan kesadaran 


Gejala Minor meliputi : 
- Batuk menetap > 1 bulan 
- Dermatitis generalisata 
- Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita 
- Kandidiasis orofaringeal 
- Limfadenopati generalisata 
- Herpes Simpleks kronis progresif 

Menurut WHO (2015), diagnosis dapat ditegakkan apabila hasil tes HIV positif dan sekurang-kurangnya terdapat dua gejala mayor dan satu gejala minor. Gejala yang dialami setiap orang dapat berbeda-beda. 


Stadium HIV/AIDS 

- Stadium 1 biasanya dikenal periode jendela (windows period), terjadi pada 6 bulan pertama. Pada fase ini belum ada tanda dan gejala yang muncul. 
- Stadium 2 dikenal dengan fase asimptomatik, terjadi selama 5 - 10 tahun pertama. Pada fase ini sudah ada tanda dan gejala yang muncul seperti penurunan berat badan drastis. 
- Stadium 3 dikenal dengan fase simtomatik dini atau HIV wasting syndrome, biasa terjadi lebih dari 1 bulan setelah fase asimtomatik. 
- Stadium 4 atau fase AIDS dimana infeksi oportunistik bertambah parah. 


Pemeriksaan Penunjang

- Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) 
- Uji Western Blot 
- Polimerase Chain Reaction (PCR) 
- Pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan darah lengkap, jumlah CD4, fungsi hati (SGPT/SGOT), fungsi ginjal (Kreatinin Serum), Urinalisa, antigen Hepatitis (HbsAg) 


Penatalaksanaan 

- Terapi obat Antiretroviral (ARV) 
- Pengobatan suportif meliputi pemberian nutrisi yang baik dan pemberian multivitamin, 
- Dukungan spiritual untuk menunjang kesehatan psikis, 
- Pengobatan simtomatik dan pengobatan infeksi oportunistik.



Sumber :
Kemenkes RI, 2014.

Share:

2 komentar

Silahkan berkomentar dengan bijak dan sopan